PT SJI Ketapang Diduga Jadi Jalur Keluar Ribuan Ton Tailing Ilegal, Aktivitas Malam Hari Kian Terbuka dalam Permainan Dio Aan dan Mika.

Nasional10 Views
banner 468x60

 

Provinsi Bangka Belitung.

banner 336x280

PANGKALPINANG — Aktivitas mencurigakan kembali terpantau di kawasan eks smelter PT Sumber Jaya Indah, Ketapang, Kota Pangkalpinang. Lokasi yang sebelumnya sempat terseret dalam pusaran kasus mega korupsi tata niaga timah senilai Rp300 triliun itu kini kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan praktik pengangkutan tailing dan zirkon secara ilegal.

 

Berdasarkan penelusuran Tim 9 Jejak Kasus di lapangan, aktivitas keluar masuk kendaraan disebut berlangsung hampir tanpa henti. Sejumlah mobil diduga mengangkut material tailing dari kawasan eks smelter tersebut mulai malam hingga dini hari.

 

Sumber terpercaya yang ditemui di lokasi mengungkapkan, aktivitas itu diduga sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan berbagai pihak.

 

“Memang benar ada antrean mobil hampir setiap malam sampai pagi. Yang masuk bukan hanya masyarakat biasa, ada juga yang diduga oknum aparat,” ujar sumber kepada Tim 9 Jejak Kasus.

 

Menurutnya, meski sebelumnya sempat terjadi penangkapan oleh aparat kepolisian, aktivitas tersebut tidak berhenti total. Para pelaku disebut tetap beroperasi seperti biasa.

 

“Katanya pernah ada yang diamankan pihak Polda Babel dan Polsek Bukit Intan. Tapi setelah itu aktivitas jalan lagi seperti biasa,” katanya.

 

Sumber juga menyebut beberapa nama yang diduga memiliki pengaruh dalam pengaturan akses keluar masuk lokasi eks smelter tersebut. Mereka disebut mengendalikan aktivitas pengangkutan tailing di area gudang.

 

“Kalau mau masuk ambil barang harus izin dulu. Dan Harus Bayar Ke Penjaga Gudang Bernama Dio dan Aan Akew Kalau tidak bayar kemeraka tidak bisa masuk,” ungkap sumber.

 

Meraka Bertiga diduga dalang habis nya Tailing ribuan ton di Smelter PT Sumber Jaya Indah.dan Meraka Juga Menerima Uang Masuk Siapa Pun Yang Mau Ambil Tailing.Nama-Nama ,DIO,MIka dan AanAkew.

 

Jadi harapan Kami Kepada Pihak-Pihak Penegak Hukum Untuk Menangkap Pencuri-Pencuri Tailing Kasus Tata Niaga tersebut.

 

Tak hanya itu, sumber juga menduga adanya praktik pungutan terhadap pihak-pihak yang ingin mengambil tailing dari kawasan tersebut.

 

Sementara itu, salah satu pihak yang disebut berada di lokasi, Mika, membenarkan dirinya pernah mengambil tailing di kawasan eks smelter tersebut. Namun ia menegaskan bahwa aktivitas itu bukan hanya dilakukan dirinya seorang.

 

“Memang saya mengambil Tailing di situ, tapi banyak juga kelompok lain. Bukan saya sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi.

 

Di sisi lain, AB yang namanya turut disebut dalam dugaan aktivitas tersebut membantah keras keterlibatannya. Ia menilai tuduhan itu sebagai fitnah dan tidak berdasar.saat di konfirmasi

 

“Itu tuduhan tanpa bukti. Dulu memang saya pernah bekerja di sana, tapi sekarang sudah tidak lagi. Karena nama saya terus dibawa-bawa, saya akan tempuh jalur hukum,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang turut disebut dalam pengaturan aktivitas di lokasi tersebut masih belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum mendapat respons.

 

Kembalinya dugaan aktivitas ilegal di kawasan eks smelter PT Sumber Jaya Indah memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, lokasi tersebut diketahui pernah masuk dalam daftar aset sitaan Kejaksaan Agung RI dalam perkara mega korupsi tata niaga timah yang mengguncang Bangka Belitung.

 

Material tailing dan zirkon sendiri diketahui masih memiliki nilai ekonomi tinggi karena mengandung sisa mineral hasil pengolahan timah. Kondisi itu membuat kawasan eks smelter rawan menjadi sasaran praktik ilegal maupun perebutan kepentingan kelompok tertentu.

 

Nama eks smelter PT Sumber Jaya Indah sebelumnya juga pernah muncul dalam sejumlah dokumen penegakan hukum terkait perkara pertimahan di Bangka Belitung. Fakta itu membuat publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap kawasan tersebut dilakukan setelah terseret dalam perkara besar tingkat nasional.

 

Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya menindak pekerja lapangan, tetapi juga menelusuri dugaan aktor utama, pemodal, hingga pihak yang diduga membekingi aktivitas tersebut.

 

Publik menilai, aktivitas pengangkutan tailing dalam skala besar mustahil berjalan tanpa adanya jaringan yang kuat dan terorganisir.

 

Hingga saat ini, awak media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi. Pemberitaan ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan data dan keterangan resmi yang diperoleh di lapangan. (Red/*)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *