Antrean Truk Sawit di PKS PT Tama Buana Jaya Dikeluhkan, Dugaan “Jalur Prioritas” Picu Tanda Tanya

Nasional0 Views
banner 468x60

 

Provinsi Bangka Belitung

banner 336x280

Joker-Merah comBangka Selatan – Sistem antrean kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tama Buana Jaya (TBJ), Desa Jeriji, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menuai sorotan. Sejumlah masyarakat, pemasok, dan sopir truk mengeluhkan mekanisme antrean yang dinilai belum berjalan secara transparan dan profesional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari sejumlah sumber, proses masuk kendaraan menuju area penimbangan diduga tidak selalu mengacu pada urutan kedatangan maupun nomor antrean. Beberapa sopir mengaku telah menunggu selama berjam-jam, namun kendaraan yang baru tiba justru diduga lebih dahulu memperoleh akses memasuki lokasi penimbangan.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya perlakuan khusus dalam pengaturan antrean yang diduga dilakukan oleh oknum petugas keamanan di pintu masuk pabrik. Dugaan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pemasok karena dianggap berpotensi mencederai prinsip keadilan dan kesetaraan pelayanan bagi seluruh mitra perusahaan.

Apabila dugaan tersebut terbukti, praktik demikian tidak hanya berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan kewenangan, tetapi juga dapat menciptakan persepsi negatif terhadap tata kelola perusahaan. Sistem antrean yang tidak transparan berisiko memunculkan dugaan adanya praktik yang bertentangan dengan prinsip good corporate governance, termasuk potensi kolusi, nepotisme, maupun gratifikasi. Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

Para sopir berharap manajemen PT Tama Buana Jaya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme antrean agar setiap kendaraan memperoleh pelayanan berdasarkan urutan kedatangan tanpa adanya perlakuan istimewa kepada pihak tertentu.

Selain itu, masyarakat mendorong perusahaan memperkuat transparansi melalui penerapan sistem antrean berbasis digital, pencatatan waktu kedatangan secara otomatis, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di pintu masuk dan area penimbangan, serta pengawasan internal yang lebih ketat terhadap petugas lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan, menjaga integritas pelayanan, dan memastikan seluruh pemasok memperoleh hak yang sama.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Tama Buana Jaya maupun petugas keamanan yang disebut dalam keluhan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Media telah berupaya meminta konfirmasi dan tetap membuka ruang hak jawab serta hak koreksi kepada pihak perusahaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers demi menjaga keberimbangan dan akurasi pemberitaan. (/Junico)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *