Sejarah Bangka Belitung Heboh, Aktivitas Gelap di Eks VIP, Dugaan Tailing Sitaan Negara Diperjualbelikan Diam-Diam 

Nasional11 Views
banner 468x60

 

Provinsi Bangka Belitung

banner 336x280

Joker-merah.com – PANGKALPINANG, Hasil Liputan Tim9Jejakkasus – Aktivitas mencurigakan di area eks smelter CV. Venus Inti Perkasa (VIP), Pangkalpinang, kembali memantik perhatian publik. Informasi yang diterima media ini menyebutkan adanya dugaan transaksi pembelian tailing dalam skala besar yang berlangsung pada malam hari dan melibatkan seorang kolektor bernama Ahab, warga Kelurahan Pancur. Rabu (06/5/2026)

Situasi di lokasi bahkan disebut sempat memanas. Sejumlah warga mengaku melihat keramaian tak biasa di depan gudang smelter eks VIP pada Rabu malam (06/05/2026). Dugaan adanya aktivitas pengangkutan material sisa olahan timah itu pun langsung menyebar luas di masyarakat.

“Saya tadi lewat depan gudang smelter itu Bang, banyak orang kumpul seperti ada masalah. Selain Ahab, saya juga lihat di lokasi. Kayaknya sempat heboh, ramai sekali orang di sana,” ungkap seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Tim DPD GPAB Babel bersama Tim 9 Jejakkasus dengan mendatangi lokasi guna memastikan kebenaran adanya aktivitas pembelian tailing dari eks smelter CV. VIP yang diduga dilakukan secara diam-diam pada malam hari.

Sorotan publik terhadap lokasi itu bukan tanpa alasan. Eks smelter CV. Venus Inti Perkasa diketahui sebelumnya berkaitan dengan perkara besar dugaan korupsi tata niaga timah yang menyeret sejumlah nama besar di Bangka Belitung. Direktur utamanya, Hasan Tjhie alias Ateng atau Ashin, pernah disebut sebagai salah satu tersangka utama dalam kasus tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015–2022.

Kasus tersebut menjadi perhatian nasional lantaran nilai kerugian negara yang fantastis, mencapai ratusan triliun rupiah. Karena itu, keberadaan material tailing maupun sisa hasil olahan yang diduga masih tersimpan di kawasan eks smelter VIP kini menjadi sorotan tajam berbagai pihak.

Lebih mengejutkan lagi, muncul dugaan bahwa tailing yang dibeli tersebut merupakan bagian dari material yang telah masuk dalam kategori sitaan negara maupun sitaan pihak bank. Material dengan kandungan monasit bernilai tinggi itu disebut-sebut diam-diam dipindahkan untuk kemudian diolah kembali menggunakan meja goyang sebelum dikirim keluar Pulau Bangka.

Jika dugaan ini benar, maka persoalan tersebut bukan sekadar aktivitas jual beli tailing biasa, melainkan berpotensi menyeret persoalan hukum serius terkait pengelolaan aset sitaan negara. Publik pun mempertanyakan bagaimana aktivitas itu bisa berlangsung pada malam hari tanpa adanya pengawasan ketat dari pihak terkait.

Tim 9 Jejakkasus dan DPD GPAB Babel mengaku akan terus melakukan penelusuran serta meminta klarifikasi dari sejumlah pihak, termasuk Ahab yang disebut sebagai pembeli tailing tersebut. Upaya konfirmasi juga diarahkan kepada pihak Kejari Pangkalpinang serta pengelola aset di lapangan guna memastikan status material yang diduga sedang dipindahkan.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Sebab apabila benar material sitaan negara dapat keluar secara diam-diam dari area eks smelter, maka hal itu dinilai menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan aset negara di Bangka Belitung.

Di tengah besarnya perhatian publik terhadap pemberantasan mafia timah, aktivitas malam di eks smelter VIP ini kembali memunculkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang bermain di balik pergerakan tailing tersebut, dan sejauh mana pengawasan negara berjalan di lapangan. (Red/adm)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *