Lapor Pak Kapolda, Ratusan Tambang Ilegal Hancurkan Sungai Jade Bahrin,Masih Beraktivitas, Kami Minta Tindakan Tegas Nya

Berita145 Views
banner 468x60
Provinsi Bangka Belitung. 

Joker – Merah.com – Merawang –Viral nya pemberitaan di media Online, Ratusan tambang ilegal, di sungai yang mengatas namakan masyarakat desa jade bahrin, meskipun mengatasnamakan masyarakat, ketegasan hukum dan uud mengatakan Tambang di Aliran sungai tetap ilegal,wajib nya untuk ditindak lanjuti sesuai hukum, serta sanksi pidana.

 

banner 336x280

Miris nya, Empat nama kolektor sang penampung pasir timah Ilegal di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka proses lidik. Hal itu di sampaikan secara langsung, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, S.H., S.I.K.

Nama-nama Kolektor pembeli timah ilegal di sungai Desa Jade bahrin yang diduga dalam perlindungan hukum, bahwasanya benar dan jelas, Empat Kolektor tetap masih berkeliaran di masyarakat dan masih membeli timah tersebut, KAMAL, BUYUNG, MILUI,dan RUNGGUL.

Kapolres Bangka , AKBP Deddy Dwitiya Putra, S.H., S.I.K. saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan Kapolsek Merawang untuk melalukan proses lidik.

 

“Terima Kasih infonya pak sudah kami sampaikan ke Kapolsek untuk di lidik dan tindak lanjuti,”kata Deddy.

 

Aktivitas tambang berjumlah ratusan ponton itu diketahui dan di koordinir oleh  oknum mengaku ngaku wartawan.

Meski kawasan hutan mangrove masuk dalam DAS, kegiatan tersebut tetap beroperasi seperti kebal hukum.

 

Candra saat di konfirmasi Tim 9 Jejak Kasus, Senin, Senin (22/9/2025) pukul 07.00 wib. Meminta bantuan kepada awak media untuk menghandle berita tersebut, berikut fee Rp 2 ribu/per kg untuk wartawan.

 

“Saya ini kan ada ponton kerja disitu,  tolong lah handle dulu berita itu nanti saya negosiasi dengan masyarakat,”kata Candra

 

Candra yang juga di kenal berprofesi dan mengaku sebagai wartawan itu, mengatakan kalau hari ini kegiatan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka tetap beroperasi.

 

“Hari ini udah orang kerja, kalau kalian mau ke lokasi temuin saja Sadiman, dia ada di pos itu,”ungkapnya.

 

Masih dijelaskan Candra, tolong di handle dulu ini kan di lapangan lagi kisruh,

 

“Jadi ku minta tolong, tolong di cancel dulu, kalau sudah kerja bisa lah saya atur, sabar sabar dulu lah, pron sekarang paling banyak 50 unit, mungkin tidak sampai, kemarin kan kami stop Karena ada razia, tolong yah berita itu di hapus dulu dari group group itu,”jelasnya.

Sementara Bos buyung pada saat di konfirmasi media ini lebih memilih bungkam.

 

Aktivitas tambang apung di sungai ini juga dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain merusak ekosistem perairan, Sungai Jada Bahrin yang dikenal sebagai habitat buaya ganas semakin rawan konflik. Sedimentasi akibat pengerukan timah juga berpotensi mencemari air sungai yang sehari-hari dimanfaatkan warga untuk mencari ikan, kepiting, dan udang.

 

Padahal, keberadaan ratusan ponton di aliran sungai sangat mencolok dan menggangu aktivitas nelayan. Padahal biasanya banyak warga luar dari Jade Barin selama ini. menjadikan aliran sungai tersebut untuk pemancingan udang

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat segera turun tangan. “Kalau dibiarkan terus, bukan hanya lingkungan yang rusak, tapi juga bisa timbul konflik sosial, bahkan konflik antara buaya dan manusia,” tutupnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *