Kerugian Negara dipertayakan, Bukit Saksan, di Gunduli Tambang Batu Ilegal, Siapakah Dalang Yang Berani Melawan Hukum. 

Nasional0 Views
banner 468x60

Bukit Saksan Digunduli Tambang Batu Ilegal, Aparat Penegak Hukum dan Pemerintahan Dipertanyakan

 

banner 336x280

 

Provinsi Bangka Belitung

BANGKA TENGAH —Dari Investigasi Tim 9 Jejak Kasus. Asap tebal dan dentuman pemecah batu terdengar nyaris tanpa jeda di lereng Bukit Saksan, Limbak Sabung, perbatasan Kampung Jeruk, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di balik aktivitas yang berlangsung terang-terangan itu, tersimpan potret buram dugaan tambang batu ilegal yang disebut-sebut telah beroperasi puluhan tahun tanpa sentuhan hukum.

Bukit yang dahulu hijau dan rimbun kini berubah wajah. Vegetasi lenyap, tanah terkupas, dan bongkahan batu raksasa dibiarkan berlubang menganga. Bekas pembakaran kayu tampak di sejumlah titik, mempertegas bahwa eksploitasi dilakukan tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Sebagian tubuh bukit telah berubah menjadi cekungan-cekungan besar Serta Luka terbuka yang sulit dipulihkan.

Dari pantauan di lokasi, aktivitas penambangan dilakukan secara perorangan dan terbagi dalam sejumlah lapak. Tidak terlihat papan izin resmi maupun penanda legalitas lainnya. Meski berada di pinggir jalan dan mudah terpantau, kegiatan itu tetap berjalan siang dan malam, bahkan menjelang bulan suci.

“Sudah bertahun-tahun. Aktivitasnya terbuka. Tidak mungkin tidak ada yang tahu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai, mustahil kegiatan sebesar itu luput dari perhatian aparat. Sorotan pun mengarah pada aparat penegak hukum dan perangkat pemerintahan setempat yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas.

“Kalau memang ilegal, kenapa dibiarkan? Jangan sampai muncul dugaan ada setoran atau upeti ke oknum tertentu,” ucap sumber lainnya dengan nada geram.

Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan bukan perkara kecil. Hilangnya vegetasi membuat bukit kehilangan fungsi alaminya sebagai penyerap dan penahan air. Risiko longsor dan banjir saat musim hujan meningkat, sementara di musim kemarau potensi kekeringan makin besar. Selain itu, aktivitas tanpa standar keselamatan kerja juga mengancam keselamatan para pekerja dan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, negara berpotensi dirugikan akibat hilangnya pemasukan pajak dan retribusi. Pertanyaannya, ke mana hasil tambang tersebut mengalir? Siapa yang diuntungkan dari penggerusan satu bentang alam yang menjadi penyangga ekosistem kawasan itu?

Bukit Saksan kini bukan sekadar hamparan batu yang terkikis. Ia menjadi simbol ujian integritas penegakan hukum di Bangka Tengah. Apakah aparat akan bertindak tegas menghentikan dan mengusut tuntas dugaan tambang ilegal ini, atau justru membiarkannya terus berlangsung hingga bukit itu benar-benar rata dengan tanah?

Masyarakat menunggu jawaban dalam bentuk tindakan nyata, bukan sekadar imbauan atau wacana. Sebab setiap hari yang terlewati tanpa penertiban berarti satu bagian lagi dari Bukit Saksan hilang—dan bersama itu, hilang pula harapan akan tegaknya hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.

Tim9 Jejak Kasus.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *