Gun Bebas, Kebenaran Masih Ditahan Nama Intel Disebut, Kasus Penyeludupan 10 Ton Timah Raib”

Nasional0 Views
banner 468x60

 

 

banner 336x280

Provinsi Bangka Belitung

Joker – Merah.com  — Kabar mengejutkan kembali beredar di tengah publik Bangka Belitung. Seorang oknum intel Kodam TNI AD berinisial Gun, yang sebelumnya dikaitkan dengan kasus dugaan penyelundupan 10 ton pasir timah ke smelter swasta di kawasan Jelitik, dikabarkan telah bebas dari tahanan.

Informasi tersebut memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama karena kasus ini sejak awal disebut-sebut melibatkan nama aparat negara dalam pusaran bisnis timah ilegal.

Kebebasan Gun terjadi di saat perkara yang menyeret namanya belum pernah benar-benar terbuka secara utuh ke publik, baik dari sisi proses hukum maupun kejelasan status perkaranya.

“Intel Kodam yang kemarin dipenjara kasus timah 10 ton itu, sudah dibebaskan bro belum tau kelajutannya tapi dua udah dikeluarkan,”kata sumber yang minta namanya dirahasiakan, Senin (09/2/2026).

 

Kronologis Kasus: Dari Sopir ke Oknum Intel

 

Kasus ini mencuat pada akhir 2025, saat aparat mengungkap dugaan penyelundupan 10 ton pasir timah yang hendak masuk ke smelter swasta di Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dalam penelusuran Tim Redaksi Radak Babel pada Minggu, 28 Desember 2025, sopir truk bernama Yuda memberikan pengakuan yang mengejutkan. Ia secara terbuka menyebut nama Gun, oknum intel Kodam, sebagai pihak yang mengarahkan pengiriman pasir timah tersebut.

“Gun, bang Gun. Abang ni juga tau,” ucap Yuda saat diwawancarai, dengan nada gugup namun tegas.

Yuda mengaku tidak bergerak sendiri. Ia hanya menjalankan perintah, termasuk menentukan tujuan pengiriman, jalur masuk, hingga komunikasi dengan pihak smelter.

Dalam konteks kejahatan sumber daya alam, pengakuan seperti ini bukan hal sepele. Sopir truk adalah aktor lapangan yang berada langsung dalam rantai distribusi. Jika ia menyebut satu nama secara konsisten, maka secara hukum, pengakuan itu semestinya menjadi pintu masuk untuk mengungkap aktor pengendali di atasnya.

Bantahan Gun dan Perang Narasi

Tak lama setelah namanya mencuat, Gun membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Ia menyebut semua pemberitaan sebagai “omong kosong tanpa bukti”, serta mengklaim tidak pernah terlibat dalam pengiriman pasir timah ke smelter mana pun.

Sejak saat itu, publik disuguhkan dua versi yang saling bertabrakan: di satu sisi, pengakuan sopir yang menyebut nama secara langsung, di sisi lain, bantahan aparat yang menolak semua tudingan.

Namun hingga kini, tak pernah ada penjelasan terbuka kepada publik: apakah pengakuan Yuda diuji secara serius dalam penyelidikan?

apakah Gun pernah diperiksa secara transparan, dan yang paling krusial, mengapa proses hukumnya berakhir senyap?

Bebasnya Gun dan Tanda Tanya Besar

Kini, dengan kabar bahwa Gun telah bebas dari tahanan, muncul pertanyaan yang lebih tajam:

apakah kasus ini dihentikan karena tidak cukup bukti,atau berhenti karena menyentuh wilayah sensitif kekuasaan?

Bagi publik Bangka Belitung, ini bukan sekadar soal satu orang bebas atau tidak. Ini soal kepercayaan terhadap penegakan hukum dalam sektor timah, industri strategis yang selama ini sarat konflik kepentingan.

Jika benar seorang sopir bisa menyebut nama aparat tanpa konsekuensi hukum yang jelas, maka pesan yang sampai ke masyarakat adalah satu:yang tersentuh hukum hanya pemain kecil, sementara aktor besar tetap tak tersentuh.

Bukan Sekadar Kasus, Tapi Cermin Sistem

Kasus Gun bukan berdiri sendiri. Ia menjadi simbol dari persoalan yang lebih luas:apakah aparat benar-benar menjadi pengawas tata niaga timah,atau justru sebagian menjadi bagian dari jaringan yang seharusnya diawasi?

Tanpa keterbukaan proses, tanpa klarifikasi institusi secara resmi, dan tanpa penjelasan publik atas kebebasan Gun, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk: bahwa dalam konflik antara pengakuan rakyat kecil dan bantahan aparat, yang dikorbankan selalu kebenaran.

Dan bagi masyarakat Bangka Belitung, satu pertanyaan akan terus bergema:jika 10 ton pasir timah bisa nyaris lolos dengan membawa nama aparat, berapa ratus ton lagi yang selama ini tak pernah terungkap? (Tim)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *