Provinsi Bangka Belitung
BANGKA TENGAH – Aktivitas di SPBU Kejora, Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, terpantau kembali ramai pada Senin (23/02/2026). Pemandangan ini kontras dengan insiden terbakarnya satu unit mobil Suzuki APV yang diduga milik pelangsir (pengerit) BBM pada Senin pekan lalu.
Hingga kini, keberadaan Syarifudin, pengemudi mobil APV yang terbakar tersebut, masih misterius. Belum ada klarifikasi resmi maupun penjelasan detail dari pihak penyidik Polresta Pangkalpinang terkait status sopir tersebut.
Intimidasi Saat Peliputan
Niat awak media untuk melakukan konfirmasi terkait manajemen baru SPBU pasca-insiden kebakaran justru berujung pada dugaan tindakan kekerasan. Pada Senin (23/02) sore pukul 17.35 WIB, dua orang jurnalis berinisial NKS dan SKT mengaku mendapatkan intimidasi hingga pemukulan.
NKS menjelaskan bahwa kejadian bermula saat mereka datang secara baik-baik. Namun, salah satu oknum karyawan SPBU merespons dengan nada tinggi dan tindakan agresif.
”Kami datang dengan niat baik untuk menjalankan tugas jurnalistik, mengonfirmasi terkait manajer baru. Namun, salah satu karyawan langsung marah-marah dengan nada kasar, menunjuk-nunjuk, lalu mencengkeram baju saya hingga melakukan pemukulan,” ungkap NKS kepada Tim 9 Jejak Kasus.
NKS menambahkan bahwa meskipun ia sempat berusaha menghindar, pukulan tersebut tetap mengenai bagian kepalanya.
Perusakan Alat Kerja
Hal senada disampaikan oleh SKT yang saat itu berada di lokasi. Ia mengaku ponselnya dirampas dan dirusak saat mencoba merekam aksi kekerasan yang menimpa rekannya.
”Saat melihat teman saya dipukul, saya spontan mengambil video. Namun karyawan tersebut mengancam saya untuk menghapus rekaman itu. Ponsel saya dirampas paksa, videonya dihapus, lalu ponsel saya dihempas hingga rusak,” ujar SKT.
SKT sempat mempertanyakan tanggung jawab pelaku atas kerusakan ponselnya. Ia menuturkan bahwa oknum karyawan tersebut sempat menantang dan menyatakan akan mengganti rugi dengan nada sombong.
”Daripada keributan meluas karena mereka orang banyak, dan kebetulan saya sedang berpuasa, kami memilih untuk meredam situasi dan pulang terlebih dahulu,” lanjutnya.
Tim













